NPM : 26213856
Kelas : 4EB19
Tugas : SOFTSKILL
Tema : Analisis Laporan Keuangan Internasional
Judul : Jurnal Ilmu Sosial Akuntansi
Volume/halaman : Volume 6 no 2 / 274-286
Nama
Penulis : Ni Kadek Intan Nuariyanti dan Ni
Made Adi Erawati
Judul Jurnal : Analisis Komparatif Kinerja Sebelum dan Sesudah Konversi Ke IFRS
Tanggal
Jurnal :Tahun 2014
Tujuan Penelitian : Untuk mampu membandingkan laporan keuangan serta mampu menambah informasi
yang lebih berkualitas di dunia internasional, arus modal secara global dapat dikurangi
serta mengurangi pula perbedaan ketentuan dalam pelaporan keuangan, selain itu
IFRS juga mampu membantu perusahaan multinasional dalam menngurangi biaya pelaporan
dan biaya analisis serta kualitas pelaporan dapat di tingkatkan.
Metode Penelitian :
-
Penelitian
ini merupakan penelitian yang bersifat komparatif yang membandingkan kinerja perusahaan sebagai
variabel terikat (Y) dan konversi ke IFRS sebagai variabel bebas (X).
-
Penelitian
ini menggunakan data kuantitatif yang berupa
Laporan keuangan PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk, dengan pengumpulan
data sekunder melalui situs resmi Bursa efek
Indonesia yaitu www.idx.co.id
atau metode observasi non partisipan
Populasi dalam penelitian ini sektor perbankan yang go publik.
-
Untuk
mengetahui persentase bobot nilai rasio-rasio keuangan dapat menggunakan acuan sesuai
dengan standar ketentuan yang dikeluarka noleh Bank Indonesia namun, dengan memilih
beberapa rasio yang dipengaruhi olehpenerapan IFRS antara lain sebagaiberikut :
·
Rasio
Likuiditas
·
Rasio
Rentabilitas
·
Rasio
Solvabilitas
Hasil Penelitian :
-
BerdasarkanTabel
Rasio Likuiditas, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk mengalami peningkatan tiap tahunnya.
Rata-rata peningkatan Loan To Assets Ratio tahun 2002 sampai dengan tahun 2006
adalah sebesar 3,22% sedangkan rata-rata peningkatan Loan To Assets Ratio tahun
2008 sampai dengan tahun 2012 adalahsebesar 4,43%.
-
Berdasarkan
Tabel Rasio Rentabilitas, nilai dari rasio Return on Asset (ROA) PT.BankMandiri
(Persero) Tbktahun 2002 sampai dengan 2006 memiliki rata-rata sebesar 0,25%
serta mengalami penurunan pada tahun 2006 sedangkan untuk tahun 2008 sampai tahun
2012 mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 0,19%.
-
Berdasarkan
Tabel Solvabilitas, Perkembangan DAR tahun 2002 sampai dengan tahun 2006 berfluktuatif,
sedangkan daritahun 2008 sampai dengan tahun 2012 mengalami penurunan tiap tahunnya.Rasio
ini juga dipengaruhi oleh konversi IFRS.
-
Berdasarkan
hasil perhitungan dan hasil komparasi rasio keuangan PT. Bank Mandiri (Persero)
Tbk antara periode sebelum konversi IFRS (2002-2006) dengan periode setelah konversi
IFRS (2008-2012) memiliki perbandingan dinilai dengan perhitungan rasio-rasio keuangan.
Hal ini disebabkan oleh beberapa hal pokok yang diatur atau disebabkan oleh penerapan
konversi IFRS yaitu:
a. Penilaian dan pengukuran assets.
b. Pengakuan biaya research and
development.
Kesimpulan :
Terdapat perbedaan kinerja bank Mandiri yang dinilai dari
Loan to Assets ratio, Return on Assets serta Debt to Equity Ratio antara periode
sebelum konversi IFRS dengan periode setelah konversi IFRS. Perbedaan kinerja antara
periode sebelum konversi IFRS dengan periode setelah konversi IFRS disebabkan oleh
hal-hal sebagai berikut:
·
Penerapan
prinsip penilaian assets yang menggunakan basis fair value atau nilai wajar untuk
periode setelah konversi IFRS, metode pengakuan biaya reasearch an development
yang tidak lagi dikapitalisasi
·
Mengkonversi
standar pelaporan ke IFRS untuk dapat mengikuti perkembangan standar akuntansi internasional
sehingga dapat meningkatkan kewajaran, keandalan dan transparansi laporan keuangan.
Pendapat Mengenai Jurnal :Menurut kelompok kami, Persaingan bisnis menuntut setiap perusahaan
untuk mampu menunjukkan kinerja terbaik dari setiap bisnis yang dijalankan.
Kinerja yang disajikan dalam laporan perusahaan harus sesuai dengans tandar
yang telah ditetapkan. Salah satu alat ukur kinerja keuangan adalah rasio keuangan
yang mengacu pada standar Bank Indonesia. Rasio keuangan dapat diukur dari rasio
solvabilitas, likuiditas dan rentabilitas. Bagi perusahaan, diharapkan mengkonversi
standar pelaporan ke IFRS untuk dapat mengikuti perkembangan standar akuntansi internasional
sehingga dapat meningkatkan kewajaran, keandalan dan transparansi laporan keuangan.
Perusahaan go public diwajibkan untuk melakukan harmonisasi standar pelaporan dengan
standar internasional yang dikenal dengan IFRS.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.