Nama : Pidia Citra
Npm : 26213856
Kelas : 2EB19
UNIVERSITAS GUNADARMA
DAMPAK PERDAGANGAN BEBAS DAN KAITANNYA DENGAN PERTUMBUHAN
EKONOMI NEGARA ASEAN: STUDI KASUS PERDAGANGAN CHINA – FILIPINA
I.
Pendahuluan
Lahirnya
perdagangan bebas akibat dari fenomena globalisasi memang sudah tidak dapat
dibendung lagi. Di mana setiap negara sekarang ini, harus bersiap menghadapi
kedua fenomena tersebut. Kerjasama perdagangan yang dijalin antara China dan
Filipina pun merupakan akibat dari lahirnya globalisasi dan perdagangan bebas
tersebut.
Kedua negara, baik China dan Filipina
berupaya menjalin kerjasama perdagangan dan investasi yang sama-sama
menguntungkan. Sebelum terjalinnya kesepakatan China-ASEAN Free Trade Area
(CAFTA), dapat dilihat bahwa kegiatan perdagangan dan arus investasi antara
kedua negara tersebut masih relatif kecil. Dan, jika dibandingkan dengan
kerjasama yang dilakukan paska terjalinnya kesepakatan China-ASEAN Free
Trade Area (CAFTA), maka pertumbuhan kerjasama di antara kedua negara
tersebut mengalami peningkatan yang signifikan.
Dalam kerjasama ekonomi yang dilakukan
antara China dan Filipina, telah tergambar prinsip-prinsip perdagangan bebas di
mana di antara kedua negara telah terjadi free movement of goods, services,
labour, and capital.
Peningkatan-peningkatan kegiatan
perdagangan dan investasi di antara keduanya semakin progresif. Bahkan,
kedua negara tersebut, berupaya menggenjot kerjasama perdagangan dan investasi
hingga US $ 60 Milyar pada tahun 2016 mendatang.
Dengan demikian, kedua negara telah
dapat memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya di dalam kerjasama yang
terjalin tersebut. Sehingga, kedua negara mendapatkan comparative advantage
atas kerjasama kedua belah pihak.
Namun, seiring dengan pertumbuhan
ekonomi dunia yang semakin melambat, perlu juga adanya kewaspadaan di antara
kedua negara tersebut atas kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi
dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun ke depan.
Di mana, pasca terjadinya krisis
ekonomi di Amerika dan Eropa, pertumbuhan ekonomi China semakin melambat. Jika
pertumbuhan ekonomi China melambat, sedangkan China merupakan negara yang
selama ini bisa dibilang great powers dalam bidang ekonomi dan menjadi leader
dalam bidang ekonomi di kawasan Asia Pasifik, maka dampak yang negatif pun
akan teradiasi ke negara-negara sekitarnya, khususnya negara-negara yang
menjalin kerjasama perdagangan dan investasi dengan China.
II. ISI
Perdagangan Bebas dan Trend
Perdagangan China-Filipina
Pemerintah
China dan Filipina telah melakukan kesepakatan untuk melakukan pengembangan
program kerjasama perdagangan dan ekonomi. Diperkirakan perdagangan itu akan
menggulirkan dana sekitar US $ 60 sampai tahun 2016. Kesepakaatan tersebut
merupakan hasil dari penandatanganan perjanjian bilateral antara kedua negara yang
ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Filipina, Albert del Rosario, dengan
mitranya yang disaksikan oleh Presiden Benigno Aquino III serta Presiden China,
Hu Jintao di Beijing pada 31 Agustus 2011.[4]
Peningkatan
kerjasama di antara kedua negara tersebut, selain pada bidang ekonomi dan
perdagangan juga merambah ke bidang-bidang lain yang strategis, seperti
kerjasama kementrian luar negeri, jaringan televisi, upaya mempromosikan
Filipina ke investor China, bidang informasi, olahraga dan pariwisata. Dari
kesepakatan kerjasama tersebut pun, Filipina mendapatkan kontrak perusahaan
China, ZTE, untuk membangun jaringan broadband dan proyek jalan kereta api
senilai 330 juta dolar AS.
Dalam
kesepakatan tersebut, Presiden Filipina, Benigno Aquino, mencoba mendesak para
pengusaha China untuk menginvestasikan modalnya di Filipina. Presiden Benigno
Aquino, mencoba melakukan perubahan kerjasama ekonomi yang lebih bebas sekarang
ini. Dalam Forum Ekonomi dan Perdagangan Filipina-China, Ia mengutarakan bahwa
Ia akan mencoba mengambil jalan pintas supaya dapat terwujud kesepakatan
bersama.
Selain kerjasama perdagangan atas
komoditas perdagangan yang kedua negara tersebut lakukan. Kerjasama investasi
antara kedua negara tersebut pun meningkat. Hal ini menunjukkan kerjasama yang
baik. Yang di dapat dari data Tiongkok, investasi riil Tiongkok di Filipina
dalam sektor keungan pada tahun 2010 tercatat sebesar US $ 86 juta, meningkat
sebesar 112,5 %, sedangkan Tiongkok menyerap modal Filipina sebesar US$ 11,59
juta, meningkat 97,8%.[5]
Adapun bidang utama investasi Tiongkok di Filipina adalah sektor
pertambangan, manufaktur, dan energi listrik. Sedangkan investasi Filipina di
Tiongkok terutama dalam bidang properti dan ritel.
Dengan terjalinnya kerjasama
perdagangan bebas di antara China dan Filipina, maka sektor pariwisata di
antara kedua negara pun memperlihatkan peningkatan. Dalam melakukan kerjasama
tersebut, China tidak semata-mata hanya mengejar kepentingan ekonomi, tetapi
juga politik, sosial dan budaya.
Liu Jianchao, seorang duta besar China
untuk Filipina mengemukakan bahwa kerjasama perdagangan bebas yang dijalin
antar China dan Filipina akan mendatangkan kesempatan yang besar. Karena dengan
potensi ekspor yang dimiliki Filipina dalam komoditi elektronik, produk
agrikultur, buah-buahan, ikan dan mineral, Filipina dapat memanfaatkan
kesempatan yang ada dan mendapatkan comparative advantage dari kerjasama
yang terjalin.
Selain comparative advantage
itersebut, Investasi yang semakin berkembang antara China dan Filipina pun
akan dapat mendorong pembangunan di Filipina, hal-hal tersebut lah yang menjadi
beberapa faktor pendorong dijalinnya kerjasama perdagangan bebas yang semakin
intens digalakkan oleh Pemerintah China dan Filipina
III. Kesimpulan
Reformasi Ekonomi di
China dilakukan untuk tujuan yang esensial: yakni meningkatkan kesejahteraan
China. Dinamika eksternal dimana globalisasi menjadi realita yang tak
terelakkan, menjadikan pemimpin-pemimpin China untuk berpikir untuk
memanfaatkan globalisasi ini untuk mendapatkan manfaat, diantara ekonomi.
Berbagai perubahan kebijakan dilakukan sejak Mao memporakporakporandakan
perekonomian China—Deng Xioping lebih membuka perekonomian bagi partispasi
aktor non negara sekaligus mengurangi kontrol penuh pemerintah dalam
aktivitas perekonomian.
Dalam hal ini, China dan Filipina menjalin kerjasama perdagangan bebas
tersebut. Jika dilihat dari trend perdagangan yang ada, tergambar bahwa kedua
negara mengalami peningkatan kerjasama perdagangan. Di mana setiap tahun, trend
perdagangan selalu meningkat.
Jadi, baik China maupun Filipina dapat memanfaatkan momentum tersebut,
sehingga kedua belah pihak dapat meraih comparative advantage dari
kerjasama perdagangan yang dijalin.
SUMBER :
http://siti-wulandari.blogspot.com/2012/07/dampak-perdagangan-bebas-dan-kaitannya.html
Perdagangan Bebas dan Trend
Perdagangan China-Filipina
SUMBER :
http://siti-wulandari.blogspot.com/2012/07/dampak-perdagangan-bebas-dan-kaitannya.html
